<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217</id><updated>2011-12-15T09:52:12.717+07:00</updated><title type='text'>Kantor Berita</title><subtitle type='html'>&lt;br&gt;Apa yang akan dapatkan jika Anda menambahkan 5 mahasiswa ITB yang luar biasa dengan sebuah media yang tanpa batas?&lt;/br&gt;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kantor Berita ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18278610098808471250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://www.ece.uiuc.edu/fachtml/rao/ITB_2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-116281412083462665</id><published>2006-11-06T18:54:00.000+07:00</published><updated>2006-11-06T18:55:24.306+07:00</updated><title type='text'>Seminar Setengah Hari Mengenai Cyberjournalism</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Seminar Setengah Hari Mengenai Cyberjournalism&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WEBSITE: PUBLIC INFORMATION SHARING &amp; CYBERJOURNALISM “Mengembangkan&lt;br /&gt;Konten dan Penampilan Situs Organisasi” bertujuan untuk memberi wawasan&lt;br /&gt;kepada lembaga serta organisasi di lingkungan ITB akan pentingnya&lt;br /&gt;keberadaan situs organisasi di era tekonologi informasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WEBSITE: PUBLIC INFORMATION SHARING &amp;amp; CYBERJOURNALISM “Mengembangkan&lt;br /&gt;Konten dan Penampilan Situs Organisasi” bertujuan untuk juga sekaligus&lt;br /&gt;mempromosikan dan menyosialisasikan Kantor Berita ITB kepada segenap&lt;br /&gt;lembaga dan organisasi di lingkungan ITB, baik lembaga rektorat maupun&lt;br /&gt;lembaga mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKTU&lt;br /&gt;Sabtu, 18 November 2006&lt;br /&gt;Pukul 09.00-13.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPAT&lt;br /&gt;Ruang Auditorium Campus Center ITB&lt;br /&gt;Jalan Ganesha 10 Bandung 40132&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAFTARAN&lt;br /&gt;Rp 15.000   Mahasiswa&lt;br /&gt;Rp 25.000   Non-mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATERI&lt;br /&gt;“Mewujudkan Smart Campus ITB dan masyarakat ITB melek ICT” oleh Armein Z.&lt;br /&gt;R. Langi, Kepala Pusat Peneliitian Teknologi Informasi dan Komunikasi,&lt;br /&gt;Mantan Kepala USDI ITB&lt;br /&gt;“Jaringan ITB dan Peran USDI” oleh Basuki Suhardiman, Kepala USDI ITB&lt;br /&gt;“Cyberjournalism” oleh Priyambodo H., Redaktur Kantor Berita ANTARA&lt;br /&gt;“Blog dan Citizen Journalism” oleh Budi Rahardjo, Akademisi dan Pengamat&lt;br /&gt;Teknologi Informasi&lt;br /&gt;“Membangun dan Mengelola Web Organisasi” oleh Tim Webmaster ITB&lt;br /&gt;“Kantor Berita ITB” oleh Krisna Murti, Kepala Kantor Berita ITB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diselenggarakan oleh Kantor Berita ITB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-116281412083462665?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/116281412083462665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=116281412083462665' title='86 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/116281412083462665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/116281412083462665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/11/seminar-setengah-hari-mengenai.html' title='Seminar Setengah Hari Mengenai Cyberjournalism'/><author><name>Astrid Dita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>86</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-115658724455047551</id><published>2006-08-26T16:06:00.000+07:00</published><updated>2006-08-26T17:34:03.203+07:00</updated><title type='text'>Anggaran Buku ITB Masih Sangat Minim</title><content type='html'>Sebuah rancangan Undang-undang (RUU) mengenai buku tengah digarap oleh pemerintah. Draft RUU ini sebenarnya sudah bisa dilihat melalui internet. RUU tentang buku ini berjudul Rancangan Undang-Undang Sistem Perbukuan Nasional. Hhal-hal yang berkaitan dengan buku teks pelajaran atau buku untuk kegiatan pendidikan seperti penyusunan, penerbitan dan distribusi turut tercantum dalam RUU ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubungan dengan buku teks pelajaran, dua ayat yang patut kita perhatikan di sini ialah :&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;PENYALURAN DAN PERDAGANGAN BUKU&lt;br /&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Jalur dan Penyaluran Buku&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;&gt;(5)Perguruan tinggi wajib menyediakan buku untuk&lt;br /&gt;&gt; perpustakaan.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; (6)Badan hukum pendidikan penyelenggara satuan&lt;br /&gt;&gt; pendidikan tinggi wajib menyediakan dana paling&lt;br /&gt;&gt; sedikit 5% (lima) persen dari anggaran perguruan&lt;br /&gt;&gt; tinggi untuk pengadaan buku perpustakaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mengacu pada dana yang dikeluarkan oleh Perpustakaan ITB dalam belanja buku, dana yang dikeluarkan untuk pengadaan buku ini belum sampai 5 % dari anggaran ITB. Dana belanja buku yang dikeluarkan oleh Perpustakaan ITB setiap tahunnya hanya berkisar 100 juta rupiah. Nilai ini tentu saja sangat jauh dari 5 % anggaran ITB yang mungkin lebih dari miliaran rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentu sangat kita sayangkan, perguruan tinggi sekelas ITB yang sudah masuk ranking perguruan tinggi terbaik dunia ini kekurangan buku. Kecanggihan teknologi yang sangat pesat saat ini tentu membuat arti buku semakin kecil. Padahal, buku merupakan cetakan nyata yang berisi intisari pemikiran-pemikiran yang telah diakui. Buah pikiran tidak akan diakui khalayak umum, jika tidak dimuat dalam bentuk buku. Lagipula, skripsi dan tesis masih membutuhkan buku teks sebagai rujukan, bukan alamat internet. Kebanyakan mahasiswa tidak mampu berlangganan jurnal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt; dan teori dalam buku lebih bisa dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin para pejabat ITB harus menengok sedikit pada RUU ini karena peranan buku dalam kegiatan pendidikan sangatlah besar. Selain itu, anggaran buku senilai 5 % dari anggaran perguruan tinggi juga tercantum dalam Buku Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Perguruan Tinggi yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikti. ITB memang sudah menapaki teknologi yang mutakhir, tapi keberadaan buku juga tidak dapat ditinggalkan begitu saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-115658724455047551?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/115658724455047551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=115658724455047551' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115658724455047551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115658724455047551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/08/anggaran-buku-itb-masih-sangat-minim.html' title='Anggaran Buku ITB Masih Sangat Minim'/><author><name>ireng</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_BP0qb88Khas/S7F9CDe6X8I/AAAAAAAAAXg/ze4Umcj1_3A/S220/DSC_imoth.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-115647857470443215</id><published>2006-08-25T11:00:00.000+07:00</published><updated>2006-08-25T11:02:55.253+07:00</updated><title type='text'>sebuah pemikiran untuk 2006</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pengekangan hak untuk melakukan apa yang ingin kita lakukan itu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terselubung dengan rapih. Ditulis dengan bahasa yang &lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:City&gt;, dan dikemas dengan format sebuah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; keputusan, lengkap dengan nomor dan tandatangan. Diperbanyak, kemudian dibagikan di sidang terbuka penerimaan mahasiswa baru. Ancaman itu pun tidak terlihat sebagai ancaman, hanya sekedar peraturan yang memang biasa dijumpai dalam sebuah institut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Mahasiswa baru tidak boleh mengikuti kegiatan OSKM karena kegiatan ini tidak disetujui oleh pihak rektorat. Kegiatan OSKM tidak disetujui karena kegiatan semacam ini membuka peluang terjadinya perpeloncoan dan mengganggu persiapan mahasiswa baru untuk mempersiapkan hari pertama kuliah mereka. Kegiatan OSKM juga masih membawa paradigma bahwa mahasiswa baru ini belum sebenarnya mahasiswa, padahal ketika mahasiswa baru sudah diterima di ITB dan disahkan memalui sidang terbuka, status mahasiswa sah didapatkan mahasiswa baru. Namun dengan kegiatan OSKM, kesan akan masuknya mahasiswa baru ke dalam suatu lembaga baru dapat diberikan dengan cara menurut mahasiswa. Dengan kretifitas dan imajinasi mahasiswa, yang tentu saja berbeda dengan pihak rektorat, seperti &lt;i style=""&gt;performance art, &lt;/i&gt;yel-yel, salam ganesha atau hal-hal lain yang membuat semua mahasiswa baru merasa bersatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Bila bicara masalah idealisme dan nilai-nilai dalam OSKM, tentu masalah ini tidak akan selesai dibahas. Tetapi menurut penulis, masalah utama dalam OSKM ini bukan lagi siapa yang paling benar, tapi penghargaan akan hak untuk melakukan apa yang ingin kita lakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Penyebaran surat edaran yang melarang mahasiswa 2006 untuk mengikuti OSKM dan ancaman DO bagi yang masih bandel, bagi penulis, adalah sebuah penghinaan halus bagi mahasiswa 2006. Penghinaan karena mahasiswa baru seolah-olah masih belum cukup dewasa untuk memilih kegiatan apa yang baik untuk mereka. Penghinaan karena sebagai seorang calon mahasiswa mereka seolah-olah tidak tahu bagaimana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mempersiapkan diri untuk kuliah, sampai-sampai dikeluarkan SK untuk melarang mereka ikut OSKM agar mereka mempersiapkan diri untuk kuliah. Penulis sempat berpikir, mengapa SK yang melarang mahasiswa baru untuk jalan-jalan ke mall, ke tempat wisata, jalan-jalan bersama keluarga, atau kegiatan lain pada tanggal 20-21 Agustus yang dalam pelaksanaannya tidak mendapat ijin resmi dari ITB tidak sekalian dikeluarkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Ini baru awal masuk kuliah. Ketika kuliah nanti, kegiatan non akademik seperti OSKM akan banyak kalian jumpai. Kegiatan di lingkungan rumah, tempat ibadah, yang tentunya juga tidak mendapat persetujuan dari pihak ITB, ataupun kegiatan resmi yang berada di luar jam kuliah ada di mana-mana. Apakah kalian butuh SK untuk menentukan apakah kalian akan ikut atau tidak? Atau apakah ketika keluar sebuah SK yang melarang kalian berkegiatan di luar kegiatan akademik dengan ancaman DO, kalian akan langsung mundur meskipun kalian tahu bahwa kegiatan itu tidak akan menganggu akademik kalian?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pelanggaran hak asasi manusia telah terjadi. Mahasiswa baru, seorang individu utuh, seolah-olah tidak boleh memutuskan apa yang ingin mereka lakukan Pihak rekotrat dengan ancaman DO nya telah melakukan intimidasi yang jauh lebih kejam dari pada intimidasi dalam OS himpunan yang selama ini diributkan oleh pihak rektorat sendiri. Intimidasi intelektulaitas.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Ancaman dan pengekangan masih akan ada di mana-mana. Baik dari rektorat atau malah dari sesama organisasi mahasiswa. Apalgi dengan contoh yang diberikan oleh rektorat di OSKM ini, sangat mungkin kelak akan ditiru oleh mahasiswanyab sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Yang lalu biarlah berlalu, toh kalian sudah memilih jalan masing-masing. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang merasa puas dengan keputusannya, ada yang menyesal. Waktu yang tersisa masih panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Jangan takut!! Jangan takut terhadap peraturan bila kalian merasa itu tidak benar. Jangan takut membangkang bila kalian punya argumen jelas dan kuat. Jangan takut menggunakan logika dan kekritisan kalian. Karena keadilan hanya ada untuk mereka yang memperjuangkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;gitaditya&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-115647857470443215?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/115647857470443215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=115647857470443215' title='28 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115647857470443215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115647857470443215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/08/sebuah-pemikiran-untuk-2006.html' title='sebuah pemikiran untuk 2006'/><author><name>Kantor Berita ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18278610098808471250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://www.ece.uiuc.edu/fachtml/rao/ITB_2.jpg'/></author><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-115157298667878828</id><published>2006-06-29T16:08:00.000+07:00</published><updated>2006-06-29T16:23:06.896+07:00</updated><title type='text'>Re: PNS=Koruptor Sejati</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Berikut adalah klarifikasi dari Kepala Biro Kemahasiswaan ITB, Djadji Satira. Masalah yang muncul dari blog diselesaikan di blog juga. Klarifikasi ini dihadirkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;to cover both-side&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt; of the problem. Di luar itu, pengasuh dan kontributor blog mohon maaf apabila ada pihak yang merasa tersinggung atau merasa mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari posting yang dirilis di blog ini. Sambil berusaha memperbaiki etika penulisan dan pengutamaan fakta, pengasuh dan kontributor blog mengajak semua pihak untuk memahami hakekat blog sebagai media tidak resmi dalam penyampaian informasi maupun pendapat. Terimakasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asallammu Alakum Wr Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga berita ini dapat menyadarkan pihak-pihak yang terkait.&lt;br /&gt;Saya yang tidak berpredikat (Dosen), sangat sedih dan prihatin membaca&lt;br /&gt;opini mahasiswa di (Kantor Berita ITB)? kabarnya masuk juga ke milis&lt;br /&gt;Dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya adalah (sebagai mahasiswa)SITH d/h Panitia Bio Expo telah merilis&lt;br /&gt;berita yang menurut saya sangat tidak pantas melibatkan Mr. J untuk PNS =&lt;br /&gt;Koruptor Sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus dengan PNS (Dirjen Industri Agro dan Kimia Deperin) mestinya&lt;br /&gt;Panitia Bio Expo berterima kasih kepada Mr. J (Penulis adalah : Jaji S.&lt;br /&gt;Satira, Ka. Biro Kemahasiswaan) yang menjelang magrib saat itu, Panitia&lt;br /&gt;nampak panik karena persoalan kuitansi dengan PNS tersebut tidak cepat&lt;br /&gt;selesai, bahkan saya menangkap kesan (2 pihak sesama batak tidak ada yang&lt;br /&gt;mau mengalah) lantas Panitia mau minta tolong WRM untuk memberi bantuan&lt;br /&gt;penyelesaiannya. Saya sendiri Kepala Biro Kemahasiswaan (Apakah sesuai dg&lt;br /&gt;Mr. J yang dimaksud) Pemegang mandat atas kewenangan WRM untuk membantu&lt;br /&gt;menyelesaikan masalah mahasiswa (Panitia Bio Expo dengan PNS Deperin&lt;br /&gt;tadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwitansi yang  dipermasalahkan adalah biaya 2 stand pameran @ Rp 3 juta,&lt;br /&gt;untuk kepentingan pertanggungjawaban uang DIP (di kantornya) sudah saya&lt;br /&gt;selesaikan dengan cara yang sesuai dengan aturan petanggungjawaban yang&lt;br /&gt;diminta.&lt;br /&gt;Di depan saya, saat itu kedua belah pihak merasa tuntas permasalahannya,&lt;br /&gt;dan beres, namun  belakangan ini di milis (Kantor Berita ITB), muncul&lt;br /&gt;nilai uang Rp 22 juta, yang sama sekali saat itu tidak disinggung saat&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya (Mr. J...?) Kepala Biro Kemahasiswaan yang menuntaskannya sama sekali&lt;br /&gt;tidak menangkap isyarat baik dari Panitia Bio Expo maupun PNS Deperin tsb&lt;br /&gt;tentang sejumlah uang (22 juta atau 19 juta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tersebut berkonotasi dan Tendensius, karena mengarahkan pada&lt;br /&gt;presepsi orang bahwa Mr. J, turut bersekongkol (merampok uang mahasiswa ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya saya masih memiliki hati nurani, apalagi keterlibatan saya disitu&lt;br /&gt;karena mendapat tugas dari WRM untuk menuntaskan masalah. soal seperti&lt;br /&gt;itu  masalah kecil, tapi yang dirilis oleh seorang Intelektual, dan di&lt;br /&gt;lingkungan inteletual harus diluruskan, (ini menyangkut nama baik)jangan&lt;br /&gt;sampai wahana dengan teknologi ini hanya diisi oleh info dan gosip&lt;br /&gt;murahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, Panitia Bio Expo melalui (Kantor Berita ITB) dan milis dosen&lt;br /&gt;dapat meminta maaf kepada(Mr. J yang dimaksud) yang merasa di fitnah. Anda&lt;br /&gt;keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Billahi taofiq wal hidayah&lt;br /&gt;Wassalammualaikum wr. wb.&lt;br /&gt;(Djadji S Satira /Kepala Biro Kemahasiswaan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-115157298667878828?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/115157298667878828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=115157298667878828' title='51 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115157298667878828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115157298667878828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/06/re-pnskoruptor-sejati.html' title='Re: PNS=Koruptor Sejati'/><author><name>Kantor Berita ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18278610098808471250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://www.ece.uiuc.edu/fachtml/rao/ITB_2.jpg'/></author><thr:total>51</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-115147417966833728</id><published>2006-06-28T12:55:00.000+07:00</published><updated>2006-06-28T16:46:16.370+07:00</updated><title type='text'>KLARIFIKASI</title><content type='html'>Dengan ini saya selaku penulis tulisan berjudul "Kuis Edisi Spesial" memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan penempatan tulisan tersebut. Tulisan tersebut sebenarnya merupakan tulisan opini, bukan berita. Saya menulisnya berdasarkan keterangan dari pihak ketiga. Tulisan pada dua alinea terakhir pun merupakan asumsi semata.&lt;br /&gt;Berita yang benar ialah sebuah instansi pemerintah telah melakukan mark-up dana stand BioExpo. Keterangan-keterangan dari para saksi mata telah diklarifikasi dan hal tersebut telah dibenarkan. Adapun,eterlibatan pihak ITB dalam hal ini sebagai penengah permasalahan. Pihak ITB telah membantu mentuntaskan permasalahan.&lt;br /&gt; Saya meminta maaf kepada seluruh pihak-pihak yang terkait. Semuanya bersumber atas keteledoran dan kekhilafan pribadi penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Ireng-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-115147417966833728?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/115147417966833728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=115147417966833728' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115147417966833728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115147417966833728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/06/klarifikasi.html' title='KLARIFIKASI'/><author><name>Kantor Berita ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18278610098808471250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://www.ece.uiuc.edu/fachtml/rao/ITB_2.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-115146271048268608</id><published>2006-06-28T09:44:00.000+07:00</published><updated>2006-06-28T09:45:10.716+07:00</updated><title type='text'>Forsil Edisi Spesial : OSKM, Apalah Arti Sebuah Nama,,,??</title><content type='html'>Salah satu forum yang akrab di kemahasiswaan ITB adalah Forum Silaturahmi (Forsil). Forum ini dihadiri oleh Himpunan-himpunan yang ada di ITB . Tujuannya? Sejauh ini ya saling berbagi cerita. Bisa soal masalah atau kejadian aktual di himpunan masing-masing, atau maaslah yang sedag hangat di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forsil edisi kali ini, edisi Senin 27 Juni 2006, membahas tentang Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa. Yang satang cukup banyak. Hanya satu Himpunan yang berhalangan hadir, dan salah satu "Bapak" kita, Bapa Djaji, ikut hadir dalam Forsil ini. Spesial bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah yang dibahas di Forsil ini, yang penulis rasa cukup menarik untuk ditulis. adalah mengenai permintaan penggantian nama OSKM dari pihak rektorat. Mengapa menarik? Pak Djaji mengemukakan alasan bahwa kata "OS" sudah memiliki konotasi yang sangat negative. Sama seperti orang tua yang memberikan nama tertentu dengan harapan anaknya akan sebaik namanya, demikian juga dengan OS. Bila diberi nama lain yang tidak mengandung "OS", tentu diharapkan hasilnya lebih baik, sebaik nama barunya. Nama baru yang dimaksud beliau adalah Pengenalan Satuan Akademik dan Organisasi Kemahasiswaan (PSA-OK, penulis lebih suka menyebutnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pe-es-a-o-ke&lt;/span&gt; ). Beliau mengakui bahwa alasan ini tidak ada dasar ilmiahnya, namun demikianlah kondisi masyarakat sekarang. Alasan lain yang dipakai adalah bahwa orientasi itu dilakukan sebelum masuk ke ITB. Kalau sudah masuk, ya orientasi ini tidak perlu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada alasan lain yang lebih ilmiah, walau belum cukup kuat, untuk mengganti nama OSKM ini. Tapi bila alasan ini yang ditekankan, rasanya terlihat lebih "indah". Seranglah OSKM berdasarkan pengertian katanya.  Sebenarnya sudah digunakan oleh rektorat dengan kata orientasi, tapi sayang tidak tepat.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, orientasi adalah peninjauan utnuk menentukan mana yang baik dan yang buruk. Kalau dilihat dari pengertian ini, OSKM sah-sah saja. Ketika sudah masuk kampus, peninjauan diperlukan. Bukan hanya peninjauan harga kamar kos atau jurusan, tapi juga jenis-jenis "pergaulan" di kampusyang bisa terlihat di OSKM.  Selain itu, di KBBI tidak ada pengertian bahwa orientasi harus diakhiri dengan memilih, melainkan menilai. Jadi kalau sudah masuk ITB, orientasi masih sah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, di belakang kata orientasi pada OSKM, ada kata studi. Menurut KBBI, studi adalah kegiatan belajar ilmiah. "Orientasi studi tidak perlu dilakukan lagi bila sudah diterima di ITB" akan menjadi pernyataan benar bila studi di sini diartikan sebagai kegiatan belajar mengajar di kelas. Namun bila ditelaah lagi, kata studi memiliki arti yang lebih dari itu, tergantung konteksnya. Studi memang berbau ilmiah, tetapi apakah semua yang ilmiah harus melulu ada di dalam kelas? Apakah studi tidak mencakup pembelajaran mengenai ilmu-ilmu kehidupan yang didapat dari unit atau himpunan? Bisa ya dan tidak tergantung referensi masing-masing pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, karena alasan yang diktekankan Pak Djaj adalah asumsi orang luar akan kata OSKM, maka banya celah yang dapat diapkai untuk menumbangkan permintaan ini. Di Forsil ini, semua celah dipakai oleh beberapa orang. Masyarakat mana yang memberi kesan negatif pada OSKM? Orang tua mahasiswakah? Kenyataannya, ketua IOM setuju dengan acara penyambutan mahasiswa baru. Atau ini hanya asumsi saja? Lagipula, apakah semua orang mengerti apa itu OSKM? OSKM sepertinya hanya dipakai di ITB karena setiap perguruan tinggi memiliki nama khas untuk OS nya masing-masing. Apakah pergantian nama ini akan memberikan dampak yang sangat signifikan? Kalau memang konotasinya jelek karena kasus-kasus terdahulu, kenapa tidak diputihkan saja?Undang media massa untuk menyaksikan OSKM ITB sebagai bukti bahwa kesan negatif itu tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak argumen-argumen lain yang dikeluarkan oleh mahasiswa. Pak Djaji sendiri tetap menekankan masalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;image &lt;/span&gt;sebagai alasan utama penggantian nama. Beliau juga memohon pada peserta forum malam itu untuk tidak menekan beliau untuk "menjanjikan" sesuatu malam itu karena situasinya tidak tepat. Terlepas dari itu, sebelum namaOSKM diganti, nampaknya sulit mengharapkan kelegalan dari rektorat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis yakin, baik rektorat maupun mahasiswa adalah sama inteleknya. Jadi bila salah satu dapat menjabarkan alasan masing-masing secara jelas dan bukan hanya sekedar asumsi, tentu keduanya harus mau menerima. Permintaan penggantian nama OSKM sangat relevan bila alasan yang diberikan mencerdaskan mahasiswa. Mahasiswa juga berhak mempertahankan nama OSKM bila ada argumen dan komitmen yang diberikan memajukan dunia kemahasiswaan ITB sendiri. Kunci penyelesaiannya? Sama-sama belajar dan menghargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-115146271048268608?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/115146271048268608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=115146271048268608' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115146271048268608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115146271048268608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/06/forsil-edisi-spesial-oskm-apalah-arti.html' title='Forsil Edisi Spesial : OSKM, Apalah Arti Sebuah Nama,,,??'/><author><name>Kantor Berita ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18278610098808471250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://www.ece.uiuc.edu/fachtml/rao/ITB_2.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-115139958711786834</id><published>2006-06-27T16:12:00.000+07:00</published><updated>2006-06-27T16:13:07.896+07:00</updated><title type='text'>Verifikasi Fungsi Blog Ini</title><content type='html'>http://kantorberitaitb.blogspot.com adalah URL blog Kantor Berita ITB. Segala posting yang di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;publish&lt;/span&gt; di sini bukan tanggung jawab ITB sebagai institusi pendidikan di Indonesia, melainkan opini-opini pribadi dari para kontributornya. Tidak ada satu posting pun yang menjadi berita valid tentang ITB. Sumber berita ITB yang terpercaya hanya ada di www.itb.ac.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, blog adalah sarana dan media untuk berekspresi dan mengeluarkan pendapat. Adakalanya suatu informasi dapat menjadi konsumsi publik, tetapi tidak wajar disampaikan melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;official website&lt;/span&gt;. Inilah fungsi blog ini. Blog ini ada sebagai sarana berbagi informasi. Hak untuk memberi dan mendapatkan informasi adalah hak asasi semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun terkait dengan posting terakhir yang sempat memicu gejolak, dalam waktu singkat klarifikasi dari pihak-pihak terkait akan di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;publish&lt;/span&gt; di sini. Terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-115139958711786834?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/115139958711786834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=115139958711786834' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115139958711786834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115139958711786834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/06/verifikasi-fungsi-blog-ini.html' title='Verifikasi Fungsi Blog Ini'/><author><name>Kantor Berita ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18278610098808471250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://www.ece.uiuc.edu/fachtml/rao/ITB_2.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-115105007023102725</id><published>2006-06-23T15:06:00.000+07:00</published><updated>2006-06-26T14:33:26.553+07:00</updated><title type='text'>Kuis Edisi Spesial</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Korupsi bukanlah hal yang asing lagi di negara kita. Bahkan sepertinya bukanlah hal yang tabu untuk mempraktikan hal ini di dunia kemahasiswaan. Teman-teman kita dari Nymphaea sudah merasakannya. Uang pembayaran stand pameran BioExpo bikinan Himpunan Biologi SITH ITB contohnya, berhasil “dibajak”juga. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan prosedur resmi, mendatangi departemen terkait, mengajukan proposal, Nymphaeae berhasil mendapatkan dana untuk stand sebesar 3 juta rupiah. Tapi rupa-rupanya ketika tiba saat penandatanganan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; perjanjian, angka 3 juta ini membengkak jadi 22 juta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Korupsi 19 juta yang sangat keterlaluan. Alasan bawahan PNS sih, untuk biaya transportasi dan akomodasi ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Sebesar itukah biaya akomodasi dan transportasi di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;? Ataukah uang itu digunakan untuk pelesir karyawan sekeluarga??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa yang baik menolak mentah-mentah perjanjian ini. Tapi bawahan PNS terus mendesak tanpa menyerah. Bujukan dan rayuan digunakan untuk menggolkan proyekan besar ini. Ancaman pun dilontarkan dengan kata kunci "pajak" bagi pameran. Mahasiswa yang baik pun tersudut dan mencoba menggantungkan harapan pada pejabat kampus. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bawahan PNS pun dibawa pada Kepala WRM Akademik ITB. Sayang, beliau tidak sedang berada di tempat sehingga dilimpahkan pada orang kepercayaannya. Orang terpercaya dengan inisial J ini menerima kasus dengan berlagak bijak. Saat kasus dibeberkan, tak disangka Mr.J berbisik-bisik sendiri dengan bawahan PNS. Usai berbisik-bisik, Mr.J berkata, "Biar saya saja yang menangani masalah ini." Dan, ia mengatakan kasus selesai. Uang 3 juta diberikan kepada mahasiswa yang baik. Nah, yang menjadi pertanyaan adalah : berapa bagian yang diperoleh Mr.J untuk 'menyelesaikan' kasus ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuis: Coba jawab pertanyaan ini! Jawaban yang benar akan mendapat hadiah seru dari Ireng.&lt;br /&gt;BAWAHAN PNS BERASAL DARI DEPERTEMEN PEMERINTAHAN YANG MANA????&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-115105007023102725?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://pantatitem.blogspot.com' title='Kuis Edisi Spesial'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/115105007023102725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=115105007023102725' title='33 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115105007023102725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115105007023102725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/06/kuis-edisi-spesial.html' title='Kuis Edisi Spesial'/><author><name>ireng</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_BP0qb88Khas/S7F9CDe6X8I/AAAAAAAAAXg/ze4Umcj1_3A/S220/DSC_imoth.JPG'/></author><thr:total>33</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-115095012356400150</id><published>2006-06-22T11:05:00.000+07:00</published><updated>2006-06-22T11:22:04.356+07:00</updated><title type='text'>Tulisan ringan tentang Sunken Court,,,</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Sunken Court&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:Street&gt;, menurut penulis, adalah tempat paling strategis di kampus kalau ingin bersenang-senang. Sejak piala dunia berlangsung,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Sunken   Court&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:Street&gt; tampak lebih hidup di malam hari. (Walaupun pada kenyataannya sunken court ini ga pernah ada matinya). Nonton bola, forsil, atau apalah diselenggarakan di sunken ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;Sunken court adalah tempat yang cukup unit karena menjorok ke bawah tanah. Disdusun seperti kamar kos dan dinomori.Penomorannya dengan huruf E untuk yang sebelah timur dan W untuk sebelah Timur. (&lt;i style=""&gt;Kalau ada yang lupa mana GKU Barat/Timur atau Aula Barat/Timur, tidak perlu mencari matahari, tapi ke sunken saja.. xp)&lt;/i&gt; Orang yang lewat di depan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;PAU&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; atau Perpustakaan dapat melihat keadaan sunken dengan leluasa sehingga kalau ada sesuatu, orang pasti &lt;i style=""&gt;ngeh&lt;/i&gt;. Misalnya kalau ada nonton bola bareng, atau kalau ada Forsil. Tidak terlalu sulit mengadakan sesuatu di sunken ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Letaknya yang &lt;i style=""&gt;mendelep &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ke dalam mempermudah pemasangan lampu untuk penerangan atau layar buat nonton bola.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;Untuk nonton bola misalnya. &lt;i style=""&gt;Dengan&lt;/i&gt; berbekal layar putih, &lt;i style=""&gt;in-focus &lt;/i&gt;pinjeman entah dari mana, &lt;i style=""&gt;speaker&lt;/i&gt;, karpet atau alas tidur, jadilah nonton barengnya. Layarnya juga bisa diatur sesuai selera, bisa di depan terowongan yang menghadirkan suasana bioskop, atau melintang di tengah supaya lebih layer tancep. Tidak ada yang menyuruh, tidak ada yang mengkoordinir. Atas dasar ingin berbagi kesenangan, dengan sukarela beberapa orang memanjat &lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt; sini untuk memasang layer dan ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sini untuk menggotong-gotong kabel atau speaker.Lain lagi dengan Forum Silaturahmi yang kemarin. Cukup dengan karpet digelar di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tengah dan lampu sorot digantung di atas, jadilah tempat &lt;i style=""&gt;pw &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk forsil. Mau ngopi? Tinggal ambil dispenser dari salah satu unit dan jadilah kopi. Pokoknya gampang dah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Forsil yang mengundang HMD &lt;i style=""&gt;(salah ya? sekarang &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; mustinya prodi bukan departemen, tapi kalo jadi HMP ntar planologi jadi apa? Atau mau Himpro? Atau Himadi? )&lt;/i&gt; diadakan di Sunken Court, daerahnya Unit. Bila kesenajngan antara Unit dan Himpunan &lt;i style=""&gt;(Himpunan aja ya, capek d mikir singkatannya) &lt;/i&gt;masih ada sampai sekarang, maka situasi ini dapat “mendamaikannya”. Unit dan Himpunan harus saling mendukung. Tidak ada yang lebih tinggi. Toh Unit danHimpunan sama-sama tempat untuk mengembangkan diri. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Semoga untuk ke depannya, Forsil diadakan di Sunken terus. Selain &lt;i style=""&gt;eyecatching&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;PW&lt;/i&gt;, silaturahmi antar Himpunan dan Unit bisa lebih baik dan menyenangkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang menarik lagi dari Sunken ini, toleransi antar unitnya cukup baik. Secara &lt;i style=""&gt;(halah, ini bahsa sudah menulari otak penulis,, maaf ya)&lt;/i&gt; unit yang ada di sunken bermacam ragam sampai saat ini belum ada keributan tingkat tinggi karena kesal satu sama lain&lt;i style=""&gt;. ( Sepengtahuan penulis sih demikian, tapi kalo mau diralat, monggo ).&lt;/i&gt; Contoh? Ada Unit Kendo, UKJ, KMK, Loedrok, UKSU yang suka mengunakan halaman depan unitnya utnuk latihan. Hasilnya? Hiburan gratis dong. Belum lagi Apres yang kalau latihan suaranya kenceng. Padahal di sudut ada KMB yang salah satu kegiatannya itu meditasi. Sungguh sabar sekali. Selain unit di atas masih ada lagi PSIK, Lingkar Sastra, Akarna ISEA, ARC, KMPA, UKA, UKSS (kalo ga salah), Tiang Bendera, KSEP, Majalah Ganesha, Korps Relawan, PMK, UKIR, Persma, ESC, U-jo, dan KMH. Cukup banyak bukan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penulis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membayangkan saja, kalau sekretariat kabinet dipindah ke &lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Sunke Court&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:Street&gt; ini, tentu kepengurusannya akan lebih nyaman dan membumi. Sebenarnya sekretariat yang sekarang juga dekat dengan Unit yang lain, yaitu di genduk eks MKOR. Tapi karena pintu masuknya jauh berbeda, interaksinya juga kurang. Sekarang sekretariat OHU 2006 berada di Sunken. Forum-forum tentu akan sering diselenggarakan di sini. Jadi, untuk ke depannya pasti Sunken akan lebih ramai. &lt;b style=""&gt;Apalagi kalau kamar mandinya dibetulkan. &lt;/b&gt;Pasti lebih asoy-geboy.&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;(hmm, kayaknya aga jauh ya, kamar mandi dengan OHU..T.T)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Buat anak-anak baru angkatan 2006 yang kebetulan membaca ini, jangan segan-segan main ke sunken court. Tidak usah takut karena orangnya baik-baik. Di sni kalian bisa mendapatkan apa saja yang kalian inginkan. Komik, buku, internet, hiburan, &lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;tergantung tempat yang kalin kunjungi.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Kalian juga dapat menemukan pencerahan, guru pengajar Kalukulus, tempat menginap atau buku2 kuliah lungsuran grastis. Lebih bagus lagi sih kalau di sini bisa menemukan jodoh. Hore… !! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-115095012356400150?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/115095012356400150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=115095012356400150' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115095012356400150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115095012356400150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/06/tulisan-ringan-tentang-sunken-court.html' title='Tulisan ringan tentang Sunken Court,,,'/><author><name>Kantor Berita ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18278610098808471250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://www.ece.uiuc.edu/fachtml/rao/ITB_2.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-115044302961940906</id><published>2006-06-16T14:28:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T14:30:29.630+07:00</updated><title type='text'>Beda Kemahasiswaan Kita dengan Malaysia</title><content type='html'>&lt;h3 class="entry-header"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;      &lt;div class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p style="font-style: italic;"&gt;Dalam suatu kesempatan saya bertemu dengan teman-teman Majlis Perwakilan Pelajar (MPP, di sini sama seperti BEM) Universiti Teknologi MARA Malaysia. 'Kongsi-kongsi' antara kami jadi semakin memperluas cakrawala pandang saya tentang kemahasiswaan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya sedikit syok karena mereka-mereka ini rata-rata berumur 22 tahun, mahasiswa tahun keempat. Bisa dibayangkan betapa 'pentingnya' jabatan dalam MPP ini sehingga hanya mahasiswa yang sudah benar-benar matanglah yang bisa mewakili teman-temannya di tingkat fakultas. Sistem kemahasiswaan terpusat di Malaysia mirip seperti kampus tetangga kita, Unpad. Di sana setiap tahun dilakukan pemilihan wakil mahasiswa di tingkat Prodi, wakil dari Prodi inilah yang akan bersaing lagi di tingkat Fakultas untuk mewakili Fakultasnya. Jumlah Fakultas di UiTM tidak main-main loh! 22! Ck ck ck...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih heran lagi ketika saya mendengar tentang fasilitas untuk mahasiswa. Bayangkan, ITB hanya memiliki asrama untuk kapasitas 500 orang, itu pun ada yang harus berbagi ruangan, sedangkan UiTM 25.000 ruang untuk 25.000 mahasiswa! Sampai di sini saya termenung, betapa jauh kita telah tertinggal dari Malaysia. UiTM baru berdiri pada tahun 1956, kita ITB (yang di kartu namanya Pak Djoko, red) berdiri di tahun 1950, sudah benar-benar jauh tertinggal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang paling saya herankan tentunya adalah tentang keseragaman bentuk kemahasiswaan terpusat di Malaysia. Di Malaysia, semua universiti menganut sistem parlementer seperti tetangga kita Unpad, ini sudah diatur jelas di dalam undang-undang Kerajaan. Demonstrasi mahasiswa jelas dilarang, tetapi Kerajaan memberikan saluran untuk penyampaian aspirasi mahasiswa. Setahun sekali MPP-MPP berkumpul dalam suatu musyawarah besar yang berjudul Majlis Perwakilan Pelajar Pengikat Kebangsaaan (MPPPK)untuk membahas isu-isu kampus, nasional, dan internasional. Hasil Mubes itu selanjutnya dapat diajukan sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakannya. Mubes ini juga mempunyai kekuatan hukum karena diatur dan diakui di dalam undang-undang Kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jelas sudah kekurangn kita dibandingkan Malaysia, kekurangan kita terletak pada sistem. Mahasiswa ditekan untuk tidak melakukan demonstrasi, tetapi tidak diberikan saluran lain untuk menyalurkan aspirasinya. Satu lagi catatan, ternyata di UiTM juga ada minggu orientasi seperti OSKM. Jadi siapa bilang kaderisasi buruk? Sayang tidak ada waktu yang cukup untuk menanyakan bagaimana minggu orientasi di UiTM. Yang jelas tidak ada acara meneriakkan Salam Ganesha. &lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-115044302961940906?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/115044302961940906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=115044302961940906' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115044302961940906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/115044302961940906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/06/beda-kemahasiswaan-kita-dengan.html' title='Beda Kemahasiswaan Kita dengan Malaysia'/><author><name>Astrid Dita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-114976948349024365</id><published>2006-06-08T19:23:00.000+07:00</published><updated>2006-06-08T19:24:43.496+07:00</updated><title type='text'>Pernyataan Blunder Sang Rektor</title><content type='html'>Ada sebuah pernyataan yang jika didengar oleh para mahasiwa aktivis (tergantung aktivis dari golongan mana dulu, red) bisa jadi merupakan pemicu untuk gerakan anti-Djoko, dan gerakan 'Ayo turunkan Djoko!'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Waktu itu (8/6) saya sedang meliput penandatanganan MoU antara Yayasan Bhakti Tanoto dengan ITB yang bertempat ruang rapat pimpinan CCAR. Dalam konferensi pers yang cuma 15 menit itu, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. (gelar disebut lengkap untuk menghormati beliau, red) selaku Rektor ITB menjelaskan tentang betapa ITB berharap dengan kerjasama semacam ini bla bla bla bla. Tiba-tiba topik beralih menjadi masalah sampah di kota Bandung. Bapak Rektor pun sedikit curhat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Saya memang tidak suka ngomong banyak, yang penting kerja. Masalah sampah yang kemarin pun demikian. Walikota sempat tuding-tuding ke ITB, saya diam saja. Dihujat sama media &lt;i&gt;kayak&lt;/i&gt; Media Indonesia, apa lagi, Metro TV, saya diam saja. Suatu saat saya sudah &lt;i&gt;mangkel&lt;/i&gt;, akhirnya kita buat surat bantahan ke media-media itu. Tentunya dengan bahasa yang sopan. &lt;i&gt;Lha wong&lt;/i&gt; saya ini cuma kepala sekolah &lt;i&gt;kok&lt;/i&gt;, apa salah saya? Ada sampah di sekeliling sekolah saya. Kalau ada sampah di dalam halaman sekolah saya, &lt;i&gt;nah&lt;/i&gt; itu urusan saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pernyataan yang kurang arif dari seorang akademisi, yang seharusnya menyadari perannya untuk mengabdi kepada masyarakat. ITB (baca: Rektor, red) seharusnya menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab sekaligus peran yang sangat besar untuk mengabdi kepada masyarakat. ITB itu abdi bangsa, abdi rakyat, abdi masyarakat, abdi dunia. Bukan abdi industri, abdi kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berikut saya kutip visi ITB untuk renungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Visi ITB-BHMN adalah menjadi institusi perguruan tinggi            dan pusat pengembangan ilmu, teknologi, dan seni yang unggul, handal,            dan bermartabat di dunia, yang bersama dengan institusi nasional terkemuka            lain mampu menghantarkan masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang bersatu,            berdaulat, dan sejahtera.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-114976948349024365?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/114976948349024365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=114976948349024365' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/114976948349024365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/114976948349024365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/06/pernyataan-blunder-sang-rektor.html' title='Pernyataan Blunder Sang Rektor'/><author><name>Astrid Dita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-114964363333690479</id><published>2006-06-07T08:25:00.000+07:00</published><updated>2006-06-07T08:27:13.346+07:00</updated><title type='text'>Mentalitas Bemper</title><content type='html'>Mentalitas Bemper&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 25 Mei 2006 adalah Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus. Satu hari libur yang "nyempil" ini membuat efek "harpitnas" (baca: hari kejepit nasional) bagi hari Jumat, 26 Mei 2006. Dan lagi-lagi seperti biasa kemudian dilakukanlah "peliburan" terhadap hari Jumat keesokan harinya. Model-model "peliburan" hari-hari dengan status Harpitnas semacam ini mulai berkembang semenjak pemerintahannya Pak SBY (maap ya pak, tapi kenyataannya gitu.. sok atuh refleksi diri). Alasannya memang luar biasa membuat geli: "Wong kejepit kok, nanggung. Daripada nanti pada gak masuk, mending diliburin sekalian tho!" Ironisnya, mentalitas macam ini dikembangkan oleh para Pegawai Negri Sipil (maap ye, tapi itu kenyataannya.. sok refleksi diri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu adalah salah satu contoh baru mentalitas bemper bangsa Indonesia. Mentalitas bemper adalah istilah yang aku ciptakan untuk me-refer sikap dan pola pikir bangsa Indonesia yang suka "menambahi bemper" ketimbang memperbaiki kinerja. Begini, mari kita ambil contoh masalah harpitnas ini. Masalah harpitnas sebenarnya dapat diselesaikan dengan memperbaiki sistem pengawasan terhadap bawahan agar tetap masuk kerja walaupun Harpitnas atau membuat mekanisme sehingga bawahan dengan senyum lebar mau masuk kerja walaupun hari itu adalah Harpitnas. Tapi bukannya melakukan solusi yang lebih baik semacam itu, yang dilakukan bangsa ini adalah "menambah bemper" dengan meliburkan sekalian Harpitnas. Gendeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh mentalitas bemper ini bertebaran gak keruan di seluruh penjuru nusantara ini. Berikut ini contohnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lampu lalu lintas&lt;br /&gt;mungkin expat yang mampir ke Indonesia bakal bingung nan geli karena untuk satu arah saja minimal ada empat tiang lampu lalu lintas di republik ini (setidaknya di Jakarta dan Bandung dan Jogyakarta). Empat tiang itu umumnya konfigurasinya adalah dua di tepi ujung jalan arah tersebut dan dua di ujung seberang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua lampu lalu lintas di ujung seberang jalan itu sebenarnya gak perlu. Namun karena pengguna lalu lintas di Indonesia -TERUTAMA- para motor itu sering berhenti melewati batas yang ditentukan (dibelakang garis zebra cross), maka dua tiang itu kemudian ditambahkan agar para pelanggar lalu lintas ini tetap dapat memonitor lampu lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bukannya memperbaiki sistem pengawasan terhadap mereka berhenti di atas atau di depan zebra cross, malahan kita (baca: bangsa Indonesia) "menambahkan bemper" yaitu memasang lampu lalu lintas di ujung seberang jalan sehingga para pelanggar itu bisa tetap nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jadwal Kereta Api&lt;br /&gt;Dulu waktu aku tingkat satu dan dua, kalau pulang ke Jakarta, aku selalu naik KA Parahyangan. Fenomena yang selalu terjadi adalah kereta telat. Umumnya telatnya itu hingga 20-45 menit melebihi waktu tempuh seharusnya yaitu tiga jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena rutin pulang dengan Parahyangan aku bisa mencermati jumlah menit telatnya. Namun, suatu saat (entah kapan) tau-tau Parahyangan itu gak telat. "Kok tumben, tepat waktu?" (maap pikiranku udah pesimistis gini..) Segera saja aku cek di lembar tiket Parahyangan. Dan percaya atau tidak, waktu tempuh yang biasanya adalah 3 jam dibuat menjadi 3 jam 45 menit. HAHAHA.... Makanya gak telat.. wong waktu tempuhnya ditambahi "bemper" sebanyak 45 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan di sekeliling kalian. Pasti bakal nemuin model-model mentalitas bemper semacam ini, mentalitas yang memberikan solusi yang tampak -sekilas- baik tapi sebenarnya murahan dan sama sekali gak menyelesaikan masalah. Sedih ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;krisna&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-114964363333690479?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/114964363333690479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=114964363333690479' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/114964363333690479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/114964363333690479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/06/mentalitas-bemper.html' title='Mentalitas Bemper'/><author><name>Kantor Berita ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18278610098808471250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://www.ece.uiuc.edu/fachtml/rao/ITB_2.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-114837752685206393</id><published>2006-05-23T16:32:00.000+07:00</published><updated>2006-05-23T16:45:26.866+07:00</updated><title type='text'>Intelektualitas dan perilaku</title><content type='html'>Journee Francaise kemarin memberikan saya kesimpulan: intelektualitas tidak berbanding lurus dengan perilaku. Kesimpulan ini saya peroleh ketika saya datang ke acara tersebut untuk meliputnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 12 siang stan-stan makan siang gratis dibuka. Maka saya mengantri di salah satu stan, pattiserie. Saya sudah 1 tahun menggunakan kereta api sebagai transportasi saya sehari-hari untuk pulang pergi ke kampus. Tetapi kebrutalan para pengantri pada acara kemarin-yang notabene semua adalah mahasiswa ITB-mengalahkan kebrutalan penumpang kereta api kelas kambing yang hendak naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan buruk kedua saya dapatkan ketika saya mengantri di stan waffles. Sampah-sampah berserakan di sekitar stan tersebut, tali rafia yang sedianya menjadi pembatas bagi antrian dan tanda agar para pengantri tidak menginjak rumput, semua rusak oleh kelakuan para mahasiswa yang melompati tali-tali rafia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit ironis karena hari itu-20 Mei-adalah hari kebangkitan nasional. Saya jadi berpikir, inikah refleksi kita pada hari kebangkitan nasional? Menghambur-hamburkan makanan (saya melihat buah-buahan, salad, dsb. tidak dimakan habis, bahkan masih utuh, berserakan di amphiteater lapangan basket CC), melanggar peraturan (saya melihat seorang mahasiswa dengan santainya duduk di atas rumput, sedangkan satpam yang jelas-jelas berada di hadapannya hanya diam 'menikmati acara'.), berkelakuan primitif (saya tidak tahu apa sebutan bagi membuang sampah sembarangan saat si pembuang sampah itu adalah mahasiswa ITB-universitas dengan seleksi terketat di Indonesia, yang seharusnya menunjukkan kualitas terbaik pula, baik dari segi akademik, maupun perilaku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nevertheless&lt;/span&gt;, acara itu memang sebuah kesuksesan. Selamat bagi panitia, dan selamat bagi para pemenang handhone dari Alcatel.  :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-114837752685206393?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/114837752685206393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=114837752685206393' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/114837752685206393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/114837752685206393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/05/intelektualitas-dan-perilaku.html' title='Intelektualitas dan perilaku'/><author><name>Astrid Dita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-114837169543017777</id><published>2006-05-23T14:59:00.000+07:00</published><updated>2006-05-23T15:08:15.440+07:00</updated><title type='text'>cerita kecil tentang campus centre</title><content type='html'>Kalo teman-teman memperhatikan campus center ketika acara JF kemaren digelar, lantai 2 nya digunakan sebagai cocktail room untuk orang-orang Prancisnya. Jelas, tidak bisa dimasuki sembarang orang. Sementara di lantai bawahnya, para pengunjung (yang kebanyakan mahasiswa) ramai-ramai mengantri makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mengingat sejarah ITB, CC ini dulunya kan adalah student cntre. "Istana"nya mahasiswa. "Kekuasaannya" mahasiswa. Sedang kemarin, di tempat yang sama, kekuasaan itu hilang sudah. CC adalah milik "yang berduit".. Ada yang "ngeh" ga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong, seharusnya, CC sekarang sudah diisi dengan unit dan KM serta Kabinet. Tapi masih kosong melompong lo....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-no comment-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-114837169543017777?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/114837169543017777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=114837169543017777' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/114837169543017777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/114837169543017777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/05/cerita-kecil-tentang-campus-centre_23.html' title='cerita kecil tentang campus centre'/><author><name>Kantor Berita ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18278610098808471250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://www.ece.uiuc.edu/fachtml/rao/ITB_2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-114837118992884401</id><published>2006-05-23T14:40:00.000+07:00</published><updated>2006-05-24T11:59:05.176+07:00</updated><title type='text'>sampah dan (civitas academica) itb</title><content type='html'>Seperti yang sudah diketahui dari televisi dan koran, Bandung sedang menjadi lautan sampah (lagi). Salah satu TPS yang paling 'heboh' sampahnya terletak tepat di sebelah barat kampus ITB. TPS Tamansari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironi sebenarnya. ITB memiliki program studi Teknik Lingkungan, dan teknik-teknik lainnya yang mendukung. Tapi ternyata permasalahan sampah di ITB sendiri masih belum dapat diselesaikan. Seharusnya, lingkungan di sekitar ITB dapat merasakan dampak dari pengetahuan yang ada. Tapi ternyata, tidak ada bedanya keadn sampah di daerah lain dengan daerah di dekat kampus ITB. Seharusnya, ITB merasa malu ya,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah argumen dikeluarkan. 'Itu kan tanggung jawab pemkot Bandung, bukan tanggung jawab kampus.' Tapi argumen itu sepertinya baru relevan dikeluarkan bila ITB sudah bisa memberikan contoh yang baik tentang bagaimana mengolah sampah. Kenyataannya, lingkungan dlam ITB tidak lebih baik dari lingkungan luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini dibentuk satgas kebersihan ITB. Harusnya sih, anggotanya dari semua unit dan HMDyang ada di ITB. Tapi di pertemuan perdananya, yang hadir kok cuma sedikit yak,,, tidak samapi 10 orang. Padahal pertemuannya itu untuk membicarakan kerja bakti yang akan diselenggarakan besoknay di jalan tamansari dan gelap nyawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya sih, publikasi yang kurang, pemberitahuan mendadak..&lt;br /&gt;padahal kan kerja bakti ini bisa jadi ajang kepedulian ITB.. Orang jadi bisa liat kalo ITB juga peduli.. Undangan ajakan kerja bakti itu dikirim oleh RT tamansari sepertinya. saya kurang ingat. Dan  dialamatkan ke Sarana Prasarana ITB. Sepertinya setelah itu diserahkan ke mahasiswa,, Sayang sekali. Padahal momen itu seharusnya kan bisa jadi pemersatu ITB ya. Mau dosen atau mahasiswa, kan judulnya sama2 dari ITB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal menarik yang bisa dilihat di sini. tugas, ujian, kegiatan2 akademik baik yang dilakukan oleh dosen mau pun mahasiswa seringkali dijadikan tameng bila para civitas academica ITB ini dihadapkan pada masalah2 real di masyarakat. Salah satunya masalah sampah ini. Harus ada yang dibenahi sepertinya. Tapi bagian mana ya? Sistempendidikan? Komunikasi antar ITB dengan masyarakat luas? atau mananya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang saya yakini, seharusnya masyarakat di sekitar ITB lebih bahagia karena di dekat mereka ada sekumpulan orang-orang terpilih yang memiliki intelektualitas di atas rata2...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-114837118992884401?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/114837118992884401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=114837118992884401' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/114837118992884401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/114837118992884401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/05/sampah-dan-civitas-academica-itb.html' title='sampah dan (civitas academica) itb'/><author><name>Kantor Berita ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18278610098808471250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://www.ece.uiuc.edu/fachtml/rao/ITB_2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28262217.post-114787364200422766</id><published>2006-05-17T20:43:00.000+07:00</published><updated>2006-05-17T20:47:22.010+07:00</updated><title type='text'>Peresmian blog Kantor Berita ITB</title><content type='html'>Kini kantor berita udh memiliki blognya sendiri. Ini akan menjadi tempat secondary opinion dan berita yang tidak bisa dimasukkan ke www.itb.ac.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dapat dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Berita ITB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28262217-114787364200422766?l=kantorberitaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/feeds/114787364200422766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28262217&amp;postID=114787364200422766' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/114787364200422766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28262217/posts/default/114787364200422766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/05/peresmian-blog-kantor-berita-itb.html' title='Peresmian blog Kantor Berita ITB'/><author><name>Kantor Berita ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18278610098808471250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://www.ece.uiuc.edu/fachtml/rao/ITB_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
