8.26.2006

Anggaran Buku ITB Masih Sangat Minim

Sebuah rancangan Undang-undang (RUU) mengenai buku tengah digarap oleh pemerintah. Draft RUU ini sebenarnya sudah bisa dilihat melalui internet. RUU tentang buku ini berjudul Rancangan Undang-Undang Sistem Perbukuan Nasional. Hhal-hal yang berkaitan dengan buku teks pelajaran atau buku untuk kegiatan pendidikan seperti penyusunan, penerbitan dan distribusi turut tercantum dalam RUU ini.

Berhubungan dengan buku teks pelajaran, dua ayat yang patut kita perhatikan di sini ialah :
BAB VIII
PENYALURAN DAN PERDAGANGAN BUKU
Bagian Kedua
Jalur dan Penyaluran Buku
Pasal 26
>(5)Perguruan tinggi wajib menyediakan buku untuk
> perpustakaan.
>
> (6)Badan hukum pendidikan penyelenggara satuan
> pendidikan tinggi wajib menyediakan dana paling
> sedikit 5% (lima) persen dari anggaran perguruan
> tinggi untuk pengadaan buku perpustakaan

Jika kita mengacu pada dana yang dikeluarkan oleh Perpustakaan ITB dalam belanja buku, dana yang dikeluarkan untuk pengadaan buku ini belum sampai 5 % dari anggaran ITB. Dana belanja buku yang dikeluarkan oleh Perpustakaan ITB setiap tahunnya hanya berkisar 100 juta rupiah. Nilai ini tentu saja sangat jauh dari 5 % anggaran ITB yang mungkin lebih dari miliaran rupiah.

Hal ini tentu sangat kita sayangkan, perguruan tinggi sekelas ITB yang sudah masuk ranking perguruan tinggi terbaik dunia ini kekurangan buku. Kecanggihan teknologi yang sangat pesat saat ini tentu membuat arti buku semakin kecil. Padahal, buku merupakan cetakan nyata yang berisi intisari pemikiran-pemikiran yang telah diakui. Buah pikiran tidak akan diakui khalayak umum, jika tidak dimuat dalam bentuk buku. Lagipula, skripsi dan tesis masih membutuhkan buku teks sebagai rujukan, bukan alamat internet. Kebanyakan mahasiswa tidak mampu berlangganan jurnal online dan teori dalam buku lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Mungkin para pejabat ITB harus menengok sedikit pada RUU ini karena peranan buku dalam kegiatan pendidikan sangatlah besar. Selain itu, anggaran buku senilai 5 % dari anggaran perguruan tinggi juga tercantum dalam Buku Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Perguruan Tinggi yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikti. ITB memang sudah menapaki teknologi yang mutakhir, tapi keberadaan buku juga tidak dapat ditinggalkan begitu saja.

2 Comments:

At 8/27/2006 10:47:00 AM, Anonymous amudi said...

kalo ngga bisa ngasih fakta-fakta yang mendukung, ato bukti-bukti yang jelas, ngga usah ngemeng deh. Cuma bikin isu doang...

Gimana?

 
At 8/29/2006 10:26:00 AM, Blogger - frag - said...

so??

 

Post a Comment

<< Home